
Sabtu lalu, saya dan niken melakukan perjalanan kecil yang sangat spontan dan sangat mengalir. Rencana spontan dateng ke acara Screening Film Indie di Fisip UI (@sinetraui) berawal dari melihat Retweet official twitter The Trees and The Wild (@ttatw) yang bilang akan ada diskusi tentang film mereka, 2 tiang 7 layar-yang keluar 2011 lalu- dan Remedy (Vocalis) dan Swargaloka yang akan datang kesana. Setelah itu saya ym niken dan mengajaknya kesana, syukurlah punya temen kayak dia yang portable gampang diajak kemana-mana :) Kami memutuskan untuk naik kereta dari Bandung ke Gambir, lalu menyambung sampai ke UI. Sudah lama sekali saya gak jalan-jalan naik kereta. Girang.
Acara dimulai pukul 11, walaupun agak ngaret dikit. Selain kami mungkin gak banyak penonton dari instansi luar. Pembukaan dimulai dengan ditampilkan hasil film freshman dari anggota Sinetra kemudian dilanjutkan dengan 4 film utama, judulnya : Seringai : Generasi Menolak Tua, The Limits (Iqbal Rais), 2 Tiang 7 Layar, dan Durable Love (Joko Anwar). Yang spesial adalah diskusi film 2 Tiang 7 layar bareng Remedy dan mas Kharisma (Swargaloka). Saya salah satunya yang nanya tentang keterkaitan film dan lagu Malino yang jadi ost nya, dan dijawab oleh Remedy yang-senangnya- jadi eye contact sama saya. Girang lagi.

Remedy~He still look charming from behind hha

Saat diskusi
2 Tiang 7 Layar, sejak nonton pertama kali tahun 2011 lalu penasaran sama semua di balik cerita nya, Phinisi, Tanah Beru, Bulukumba, dan Malino. Di saya sendiri sangat mengena karena kebetulan memang sejak dulu saya sudah ingin ke tanah Sulawesi dan melihat si legendaris Phinisi, lalu berkunjung ke Pantai Bira, tempat upacara pelepasan kapal Phinisi. Film ini seperti oase yang menjawab imajinasi saya akan kerinduan laut dan phinisi. Film ini bisa jadi lahir awalnya dari ketertarikan Remedy pada sejarah Phinisi. Pengalaman pribadinya yang pernah diajak berlayar saat dia masih SMP dan diceritakan tentang sejarah Phinisi. Malino yang menjadi soundtrack dari filmnya dan juga salah satu lagu dari album Rasuk TTATW adalah nama dari sebuah pegunungan di Sulsel, seperti ada benang merah yang menghubungkan semuanya..
“kau rindukan waktu yang pergi, datanglah kembali padaku” -Malino-
Selesai acara, saya ragu-ragu untuk minta foto bareng Remedy. Takut canggung saya minta Niken ikutan foto bareng sama saya, tapi eeeh dia malah iseng langsung ambil posisi buat motoin. Jadinya saya foto berdua aja sama Remedy, hahha thanks nikeen :)

subhanallah ganteng ya ce.. iri aku, sungguh.
iya charming bgt kak..ramah pula :D
kok ga ada cerita yang gue kejepit pintu commuter di gambir cin? kalo gue bukan superhero kita pasti telat sampe depok :))
Hihihi, benar sekali, bahagia itu sederhana. :D