soirerios

“Oh Sherlock, …

“Oh Sherlock,
What do we say about coincidence?”

“The universe is rarely so lazy”

Kelas Inspirasi Bandung #2

Read the rest of this entry »

“I’d like to repeat the advice that I gave you before, in that I think you really should make a radical change in your lifestyle and begin to boldly do things which you may previously never have thought of doing, or been too hesitant to attempt. So many people live within unhappy circumstances and yet will not take the initiative to change their situation because they are conditioned to a life of security, conformity, and conservatism, all of which may appear to give one peace of mind, but in reality nothing is more damaging to the adventurous spirit within a man than a secure future. The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun.

If you want to get more out of life, Ron, you must lose your inclination for monotonous security and adopt a helter-skelter style of life that will at first appear to you to be crazy. But once you become accustomed to such a life you will see its full meaning and its incredible beauty. And so, Ron, in short, get out of Salton City and hit the Road. I guarantee you will be very glad you did. But I fear that you will ignore my advice. You think that I am stubborn, but you are even more stubborn than me. You had a wonderful chance on your drive back to see one of the greatest sights on earth, the Grand Canyon, something every American should see at least once in his life. But for some reason incomprehensible to me you wanted nothing but to bolt for home as quickly as possible, right back to the same situation which you see day after day after day. I fear you will follow this same inclination in the future and thus fail to discover all the wonderful things that God has placed around us to discover.

Don’t settle down and sit in one place. Move around, be nomadic, make each day a new horizon. You are still going to live a long time, Ron, and it would be a shame if you did not take the opportunity to revolutionize your life and move into an entirely new realm of experience.

-Into the wild.

Ada yang tak sempat di sampaikan angin pada garis-garis hujan sehabis gerimis di jendela kamarmu, dan detik-detik jam dinding yang mengurai rindu tak ada habisnya

-

Bulukumba, 2013.

Nocturno.

kubiarkan cahaya bintang memilikimu
kubiarkan angin yang pucat
dan tak habis-habisnya gelisah
tiba-tiba menjelma isyarat merebutmu
…entah kapankah bisa kutangkap

Sapardi Djoko Damono.

-

Ayo main di luar!

Mungkin saya akan bosan dengan sekedar membaca buku dengan kopi panas yang segera dingin saat musim hujan. Atau terlalu lelah dengan ponsel saya sendiri. Jadi, kenapa tidak melipat kertas lalu main di luar ? Read the rest of this entry »

Menuju Titik Balik Selatan, Pantai Linau, Kaur.

Menunggu matahari terbenam adalah pilihan saya hari itu, 3 jam lebih dari kota Bengkulu saya bertolak menuju selatan, Kaur, sebuah kabupaten di sebelah selatan kota Bengkulu. Saya kembali mengingat ketika kecil melewati desanya, pantainya, pemandangan manusia dan hewan ternak yang selalu melintas di jalan,  dan mencium aroma amis laut dari pantainya. Saat itu tak pernah terpikir untuk turun menyentuh pasir, merendam kaki di air lautnya dan mengumpulkan kulit kerang dan batu karang seperti yang saya lakukan sekarang.

Read the rest of this entry »

Cerita Penyelam Uang Logam Bakauheni

Read the rest of this entry »

Turun di Barat Selat Sunda

Saya selalu merasa tidak ada senja yang sama setiap harinya. Hari itu, Senja yang mengantarkan saya bertolak dari pulau sumatra menuju jalan pulang. Selat sunda yang menjadi jembatannya. Saya menikmati sepotong senja yang segera tenggelam di balik bukit barisan ditemani laut dan angin barat. Read the rest of this entry »

Lukisan Tentang Laut

Read the rest of this entry »

Catatan Perjalanan : Lewat tengah malam..

Cobalah bepergian sesaat dengan kereta ekonomi setelah larut malam menuju luar kota. Ikutlah tumpah ruah dalam lautan manusia yang lelah, berebutan ruang di gerbong-gerbong kereta yang sempit, berbagi udara dengan bermacam-macam bau minyak angin. Di sana akan kau temui banyak dari mereka yang akhirnya berjejal di depan WC, ibu dan anaknya yang akhirnya tertidur setelah bosan merasakan mual.   Ngilu.

Kau akan bertanya kemana kereta ini akan membawa mereka, membawamu. Kata pulang seperti suatu kata yang dirindukan semua orang. Dan pemandangan di luar hitam mengkilat seperti slide film yang sengaja diputarkan mundur. Kau akan hanyut dalam wajah-wajah lelah yang menyelesak di setiap sudut kereta, larut dalam pedih tangisan bayi yang kepanasan. Setidaknya kau tidak merasa sendirian.

Kemudian, pada akhirnya kau akan terlelap dalam remang lampu neon, suara derak kereta, dan bau minyak angin.

Perjalanan dalam hitungan jam ini mungkin adalah pengalaman terbaik untuk melihat dirimu sendiri, berkaca pada orang lain dan wajah Indonesiamu.

Bersyukurlah.

Catatan perjalanan, 2012.
Kereta ekonomi Serayu, menuju Jakarta.
Lewat tengah malam.

hopes will prevail.

hopes will prevail~

?

David Carson in 2ndsight:

“The most important thing is to do something you love, whatever that is. It goes back to the definition of a good job, which is, if you could afford to, would you do the same work for free? If you would, you’ve got a great job- if not, what the heck are you doing?- you’re going to be dead a long time. We’re in a field that allows you to look forward to work, not watch the clock, be creative, and even get paid for it. I’ve often thought I make a living from my hobby.”

Do that expectation meet reality ?

Here Comes The Sun

Interaksi Intim dengan Matahari, Ranca Upas.

Namanya Chris, Christoph Bauer. Seorang backpacker dari Jerman. Di Jerman ia mempunyai rumah, pekerjaan, dan teman-teman, tapi ia mencoba meninggalkan semuanya dan mulai menjelajah benua lain : Asia. Saya selalu kagum dengan orang-orang yang berani meninggalkan rumah mereka yang nyaman, pergi keluar mengambil resiko dan melintasi samudra ke tempat asing untuk mencari sesuatu yang lain. Chris berkenalan dengan teman saya yang sama-sama backpacker di jejaring sosial yang akhirnya mengantarkannya bertemu dengan saya dan teman-teman untuk ikut camping. Total kami ber-6 dengan 3 motor kami bertolak ke Bandung Selatan dan mendirikan 3 camp di Ranca Upas. Read the rest of this entry »

It’s #May

Ya sudah bulan Mei!

Terlalu klise kalau saya bilang cepat sekali waktu berlalu, tapi memang begitu adanya.

 Banyak sekali hal menarik yang berlalu di bulan mei, beberapa adalah ‘for the firs time’  untuk saya lakukan. Itu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya sebelumnya, “kapan terakhir kali saya melakukan suatu hal untuk pertama kalinya?”

Bulan Mei. Saya banyak mendapat teman,pengalaman, dan pelajaran baru. Sedikit kompromi untuk menyesuaikan dan menerima hal baru dan keluar dari sisi nyaman dan mencoba mengalahkan ketakutan-ketakutan saya. Dan saya pikir itu worth it sekali untuk di coba :)

Sudah lama sekali tidak meracik playlist bulanan, terakhir bulan maret seingat saya. Bulan ini tidak terlalu punya banyak waktu untuk mencari playlist segar, jadi bulan ini sedikit monoton untuk urusan playlist. haha.

okay, saya punya beberapa rekomendasi bulan ini, ini adalah playlist wajib saya yang akan saya putar malam hari dan soundtrack wajib kalau ke pantai. Seperti biasa, masih masuk dalam circle ambient. Semuanya dari artis yang sama, dan diambil dari album Dive (2011).

Tycho-Dive (2011)

Must Listen : Epigram, Coastal Brake, Daydream.

Hoping Island, Kepulauan Seribu, Indonesia.

Dari lebih dari seratus pulau di Kepulauan Seribu, saya dan teman-teman memilih Pulau Kelapa sebagai tujuan kami. Butuh 3 jam menyebrang ke Pulau Kelapa dari Pelabuhan Muara Angke dengan kapal dolphin atau sejenisnya. Pulau Kelapa dan Pulau Harapan hanya disambungkan dengan jalan setapak. Jangan buru-buru kecewa saat menemukan Pulau Kelapa dan Harapan tidak sesuai harapan, apalagi saat langit mendung. Di sana memang daerah pemukiman nelayan dan warga sekitar dan ada juga beberapa rumah yang disewakan sebagai homestay. Bagi beberapa orang, termasuk saya dan teman-teman, Pulau Harapan adalah checkpoint kami sebelum kami hoping island dan snorkeling di beberapa pulau yang sudah ditentukan. Kebetulan beberapa teman saya ada yang menyewa homestay di Harapan dan perahu yang akan membawa kami hoping island start di sana. Read the rest of this entry »

Pulau Perak: 3 Hari Menjadi Pulau Pribadi.

Survivor (minus saya). Niken, Ferga, Ryan, Alan.

Tau Pulau Perak sebelumnya? Jangan coba cari di peta Indonesia standar karena emang gak bakal kelihatan. Pulau Perak masih termasuk satu kesatuan di Kepulauan Seribu, Jakarta. Kalau nyebrang dari Muara Angke bisa naik kapal yang ke Pulau Kelapa (berangkat jam 7 pagi) dan dari sana bisa langsung sewa perahu motor ke Pulau Perak. Sewa 1 perahu motor per harinya adalah sekitar Rp 350.000, saran saya cari teman yang banyak untuk traveling ke sini atau sok kenal dengan rombongan lain dan hasut untuk kesini, niscaya akan jauh lebih murah untuk patungan perahu :) Read the rest of this entry »

Sore Paling Cantik di Pulau Perak, Indonesia.

Kami membangun tenda di Barat dekat dermaga dan bisa melihat dan merasakan langsung matahari terbenam saat sore hari. Sore itu saya melihat matahari dan sore yang paling cantik yang pernah saya lihat.

Kapal-kapal nelayan mulai membentangkan layar dan menuju laut, melakukan rutinitas melaut yang kita tau. Sore itu air laut tenang sekali dan memantulkan warna orange,merah dan kuning dari langit. Kami mengahabiskan matahari sore terakhir terakhir kami di dermaga sampai matahari benar-benar hilang dan gelap.
Malamnya adalah purnama, pulau perak yang tidak ada pencahayaan sama sekali kecuali dari nyala api unggun kami, menjadi sangat terang. Malam purnama, air laut pasang dan naik beberapa sentimeter tapi tetap tenang. Kami kembali menghabiskan waktu di dermaga, bermain kartu, tiduran menghadap ke langit sambil sotoy-sotoyan membaca rasi bintang,  main lomba kentut, dan membicarakan apa saja :)